Surat dari Orang Mati
Genre: Misteri
Tags: Paket Misterius, Drama Rumah Tangga, Percobaan Pembunuhan, Dugaan Pembunuhan, Keluarga tidak Harmonis, Curiga, Paranoia
Penulis: Tazk Ask
Jumlah Bab: 30 Bab
Tanggal Terbit: 27 Februari 2024
Penerbit: KBM [Link Buku]
Subscriber: 548 subs / 3,73 views (per 28/07/2024)
Deskripsi singkat novel
Sinopsis
Di hari kematian Mama, aku mendapatkan
kiriman paket misterius. Aku tidak tahu pengirimnya siapa. Setelah dibuka, isi
paketnya adalah surat. Iya, hanya surat, tapi tahu ... surat itu dari Mamaku,
perempuan yang sudah meninggal. Serius. Aku tidak berbohong. Kalian harus
percaya denganku.
_Dyasi Intaran_
Maaf, Sayang. Aku baru berani membuka suratmu hari ini. Aku terlalu takut, kamu
akan menuliskan sumpah-serapahmu untuk pria brengsek sepertiku. Maaf. Aku belum
sanggup menerima kenyataan. Aku belum siap melepasmu.
_Arthur Danuarta_
Cuplikan bab 2 [Terlambat]
Menyebalkan. Belum satu jam aku keluar rumah, Papa
sudah menelpon, memintaku lekas pulang. Ada perkara penting apa sehingga laki-laki
itu sampai sudi menghubungiku berkali-kali? Tujuh kali panggilan dengan kontak
yang kunamai “P” itu menelpon.
Tidak. Kalian tidak salah membaca. Aku memang menamai
kontak papaku dengan nama seperti itu. Bagiku itu wajar. Tidak perlu tanya akan
apa alasannya. Serius, aku malas membahasnya.
“Iya! Ini Tara mau pulang. Sabar!”
Segera kuakhiri panggilan telepon darinya. Kesal.
Kumasukkan ponsel dengan cepat ke dalam tas. Mengambil helm yang ada di atas
motor. Cepat-cepat kupacu kendaraan menuju bangunan yang tak mau kusebut itu
rumah.
***
Mata ini mengerjap berulang kali. Menatap lurus-lurus
ke arah bangunan mewah bertingkat tiga di depanku.
“Sedang apa mereka semua?”
Tanpa dikomando kaki ini refleks turun dari motor.
Berjalan gegas ke arah orang-orang yang terlihat ramai di depan.
“Sedang apa kalian di sini?”
Tanpa basa-basi kuteriaki orang-orang yang sebagian
tak kukenal siapa. Sontak, semua mata tertuju padaku. Sebagian mereka
memandangku sambil mengernyitkan dahi, lalu setelahnya membuang muka. Aku
seolah seperti sampah yang tidak sedap dipandang.
“Siapa gadis itu?”
Beberapa di antaranya kudengar berbisik-bisik. Telinga
ini seakan sangat tajam sehingga masih mendengar mereka membicarakan siapa. Ya,
siapa lagi jika bukan aku. Payah.
“Yang sabar ya, Nak!” Seorang perempuan berkerudung hitam yang
kukenali wajahnya, tapi tak kuingat siapa namanya menepuk pundak ini pelan.
Sudut-sudut bibirnya terangkat serentak. Dia tersenyum, tetapi ada pilu
terselip di sana.
Belum juga kutanyakan maksud ucapan sang Ibu
berkerudung hitam tadi, kulihat Nenekku berjalan mendekat.
Mengabaikan sang wanita berkerudung, aku menyambut
kedatangan Nenek.
“Nenek kenapa ke sini?”
Tidak biasanya wanita yang sudah melahirkan Papa ini
datang ke mari. Rasanya aneh. Bahkan di acara ulang tahunku bulan lalu, Nenek
tidak datang. Lalu, kenapa sekarang beliau datang? Untuk apa? Ada apa
sebenarnya?
“Nenek mau lihat Mamamu untuk yang terakhir kalinya.”
baca lanjutannya di sini
(Dari Penulis yang sama) Bau Busuk di Kamar Kakak Ipar – Tazk Ask
(Dengan Tema/Premis yang serupa) Kado dari Alm Suamiku – monicamey88
(Dari Event yang sama : SWC 6) Jenazah Tetangga – Dee Rahayu


Komentar
Posting Komentar