Bangkrut Karena Mertua (Tumpur)


Genre:  Horor/Supranatural

Tags: Mertua Menantu, Keluarga Rakus, Menantu Tersakiti, Keluarga Benalu, Toko Kelontong, Misteri, Supranatural, Santet/Teluh

Penulis: Rahma Nanda

Jumlah Bab: 77 Bab

Tahun Terbit: 27 Februari 2024

Penerbit: KBM [Link Buku]

Subscriber: 12,3K views/247 subs (per 08/08/2024)

 

 Deskripsi singkat novel


Sinopsis

Hampir setiap hari mertua dan ipar Yuna mengambil barang di toko sembako miliknya. Sayang, mereka tak pernah bayar. Seolah sengaja agar toko sembako milik Yuna menjadi tumpur.

Randi suami Yuna, juga tak berbuat banyak dengan alasan mereka adalah ibu dan kakaknya. Ia tak tega. Terpaksa Yuna menegur mereka sendiri dan menagih bayaran. Tapi apa yang terjadi? Mertuanya justru marah dan memfitnah Yuna selama ini memakai penglaris.

Setelah peristiwa peneguran itu. Kejadian-kejadian aneh mulai terjadi. Toko yang dulu selalu ramai mendadak menjadi sepi.

Hingga tanpa terduga, Yuna menemukan sebuah bungkusan kain putih kecil yang diikat mirip pocong di samping toko. Apa yang terjadi?

Apakah ini juga perbuatan mertua dan iparnya? Lalu apa yang harus Yuna lakukan agar toko sembako itu kembali ramai? Jelas ada sebuah kekuatan gaib jahat yang mencengkram toko sembako milik Yuna.


Cuplikan bab 1 Tak Bisa Dibiarkan

Yuna tersenyum puas melihat toko sembakonya yang kini sudah dicat dengan warna oranye. Plang bertuliskan, “Toko Sembako Yuna” tertulis dengan jelas.

Toko sembako ini terlihat lebih terang dan seolah meyakinkan orang-orang untuk datang. Auranya terasa positif sekali. Beberapa pelanggan terlihat wara-wiri sibuk berbelanja.

“Yun, ibu ambil ini ya. Ada minyak goreng 5 kilo, beras satu karung sama tepung terigu 1 karung.Oh iya, sama kacang ijo satu plastik, telor 3 papan.” Ibu mertua Yuna yang bernama Parsih menunjuk sembako yang baru saja diambilnya dari toko.

Sementara itu di belakang Parsih berdiri ipar Yuna –Minar, dengan lipstik merahnya yang menor. Tangan Minar juga penuh dengan bungkusan sembako. Yuna mengerutkan dahinya dan menarik napas dalam-dalam.

Pasalnya selama ini ibu mertua dan iparnya tak pernah membayar ketika mengambil barang-barang dari toko miliknya. Padahal mereka mengambil dalam jumlah besar. Bukan beras yang hanya segenggam dua genggam.

“Jon! Jono, ayo angkat ini semua belanjaan ibu ke rumah kita!” Parsih memanggil menantu laki-lakinya, suami Minar. Jono yang pengangguran itu dengan cepat membawa semua sembako tadi ke rumah mereka. Toh memang mertua Yuna dan iparnya tinggal satu rumah. Posisinya tepat di seberang toko Yuna.

“Wah, Yuk Parsih mborong sembako?” tanya Iyem, pelanggan tetap Yuna.

“Iya Yem,” jawab mertua Yuna sambil menepuk pundak Iyem.

“Duitnya banyak banget, hapir tiap hari mborong sembako.”

“Lah kok pake duit Yem? Ini gratis. Wong toko sembako punya menantu sendiri kok bayar sih?”

“Sebanyak ini gratis?” Kedua mata Iyem terbelalak seolah tak percaya.

“Iyalah. Kan tokonya punya menantu sendiri.” Parsih melirik ke arah Yuna. “Ibu pulang dulu ya Yun.” Dengan santainya ia melenggang pulang. Sementara Yuna bahkan tak mengatakan sepatah katapun. Tak bilang setuju untuk semua sembako yang digondol begitu saja.

 

Baca lanjutannya di sini


 

Rekomendasi Novel Serupa:

(Dari Penulis yang sama) Mertua Dari Zaman Batu - Rahma Nanda

(Dengan Genre yang sama) Bilik Lain Rumah Mertua (TAMAT) - Rara_Jingga

(Dengan Tema yang sama) Menantu Yang Kau Hina, Ternyata Anak Konglomerat  - Rukmini9 LTF

(Dari Event yang sama - SWC6) TAMAT || Menantu Yang Tak Kuinginkan - SitiMarfungatun

Komentar

Postingan Populer